Topik ini mengandung 0 balasan, memiliki 1 suara, dan diperbarui terakhir kali oleh  Jatnika Reza 4 bulan, 1 minggu yang lalu.

  • #5206

    Kredit Pemilikan Rumah (KPR) telah dipandang sebagai cara yang terbaik untuk masyarakat bisa mempunyai rumah dengan dana awal yang tidak terlalu tinggi. Bank-bank di Indonesia pun berlomba-lomba menawarkan program KPR yang terbaik dan menarik.

    Apalagi juga jumlah <b>rumah KPR </b>yang bisa ditemui di Indonesia ini sudah ada begitu banyak. Termasuk rumah bersubsidi pemerintah yang dihadirkan oleh Perumnas. Membeli rumah secara kredit melalui KPR memang memberikan banyak keuntungan.

     

    Seperti biaya awal yang disiapkan tidak terlalu besar, rumah bisa dimiliki langsung dengan pembayaran DP yang sekitar 30 persen atau 20 persen bahkan. Sayangnya, dibalik kelebihan tersebut, membeli <b>rumah KPR </b>pun punya kekurangan juga. Apa saja ? Ini antara lainnya :

     

    1. Uang Muka

    Uang muka atau Down Pyment alias DP mungkin kita anggap hal yang menyenangkan karena cukup membayar beberapa persen saja dari harga rumah, kita sudah bisa memiliki rumah. Tapi pahamilah bahwa DP tidaklah satu atau dua persen dari harga rumah. Melainkan berkisar 20 persen atau 30 persen dan bahkan bisa diatasnya.

     

    Meskipun memang ada rumah yang DP KPR di bawah itu, yakni rumah bersubsidi pemerintah. Namun rumah subsidi yang dihadirkan oleh pemerintah melalui Perumnas diperuntukkan hanya bagi masyarakat berpenghasilan rendah saja agar dapat memiliki hunian pribadi yang layak.

     

    1. Adanya Sistem Anuitas

    Ada bank yang menerapkan KPR dengan sistem anuitas. Kalau begitu, cicilan pemohon KPR per bulannya mayoritas dipakai untuk membayar bunga sekitar 5 tahun pertama cicilan. Sehingga pokok hutang masih besar di tahun-tahun awal. Contohnya saja anda mengambil KPR dengan harga rumah 300 juta rupiah, dengan cicilan 3 juta per bulan selama 2 tahun awal. Kira-kira sebesar 70% cicilan itu digunakan untuk bayar bunga saja.

     

    Pokok hutang masih 30 persen. Dengan artian misalkan nanti di tahun ketiga anda ingin melunasi KPR, anda masih harus keluar dana yang besar karena pokok hutan masih besar. Bank konvensional yang menggunakan sistem anuitas memang begitu cara kerjanya untuk pemohon yang ingin membeli <b>rumah KPR</b>. Itulah kekurangan lain dari beli rumah KPR.

     

    1. Bisa Terjebak KTA

    Uang muka yang lumayan dalam KPR membuat pemohon KPR bisa saja mengambil KTA alias Kredit Tanpa Agunan ke bank untuk menutup kekurangan DP itu. Namun, tidak sedikit yang justru terbelit hutang berlipat ganda karena KTA tersebut.

     

    Namun sebetulnya KTA tidaklah direkomendasikan untuk diambil dan dijadikan sebagai DP dalam mengambil KPR karena sifat dari KTA tersebut sendiri. Seperi jangka waktu pelunasan yang singat, bunga yang juga besar dan nominal pinjaman yang kecil. Kalau pemohon KPR mengambil KTA sebagai uang muka, maka otomatis tunggakan hutang juga berlipat ganda.

Melihat 5 post - 1 sampai 5 (dari total 5)

Pengunjung Online

Jumlah pengunjung aktif: 1 pengguna terdaftar dan 165 pengunjung

Perizinan Forum

Anda diizinkan Membaca forum tertutup

Anda diizinkan Membuat topik

Anda diizinkan Menyunting topik

Anda diizinkan Membuat balasan

Anda diizinkan Menyunting balasan

Anda diizinkan Menambahkan label topik