Topik ini mengandung 2 balasan, memiliki 2 suara, dan diperbarui terakhir kali oleh  Rachmat Hidayat 2 tahun, 7 bulan yang lalu.

  • #4384

     

     

     

     

     

    Source : http://www.kontakperkasa-f.com/wp-content/uploads/2014/02/Gambar-1.jpg

    Sejujurnya selama aku hidup tidak pernah namanya yang megang uang 6 juta rupiah. Jadi kalau tiba tiba mendapat uang 6 juta, mungkin kalo dulu aku akan berpikiran untuk foya foya beli sepatu, beli laptop dan lain lain. Tapi kali ini pendapatku berbeda. Jika aku diberi kesempatan untuk mendapat uang 6 juta aku akan pakai untuk berbisnis. Kenapa berbisnis? Kenapa tidak investasi atau menabung saja? Aku mempunyai pendapat sendiri tentang kenapa aku tidak memilih investasi maupun menabung. Simpel saja alasannya, untuk menabung kita akan dirugikan dengan fee bank yang tiap bulan akan memotong saldo tabungan kita. Sedangkan jika kita menabung di celengan, percaya deh tangan pasti gatel untuk mencongkel uang di dalam celengan dikit demi sedikit. Dapat 1 bulan pasti habis itu isi celengan. Bagaimana dengan investasi? Dapat dikatakan investasi sangat menjajikan sebagai salah satu faktor yang bisa “mengamankan” uang kita untuk masa depan. Tetapi, terkadang investasi juga berujung maut jika suatu organisasi atau perusahaan yang menerima investasi kita bangkrut. Uang malah terbuang percuma. Investasi emas juga belum tentu menjajikan, karena hasilnya tidak bisa kita dapat secara rutin. Oleh karena itu, saya akan memilih bisnis sebagai jalan untuk menyalurkan dana 6 juta bila saya diizinkan untuk mengelola. Meskipun saya sadar jika bisnis juga memiliki resiko kegagalan lebih besar dibanding menabung dan investasi, tetapi bisnis bisa memberikan profit jauh lebih menjanjikan dibandingkan investasi dan menabung.
    Sebelum membahas apa bisnis yang ingin aku ambil, aku akan menjelaskan kejadian unik di Indonesia atau bahkan di dunia. Fenomena tersebut adalah internet. Ya, dimana mana orang akan membutuhkan internet sebagai kebutuhan primernya saat ini. Social media, game online bahkan belanjapun menjadi online. Survei pada tahun 2016, menemukan bahwa 132,7 juta orang Indonesia terhubung ke Internet. Padahal jumlah penduduk di Indonesia adalah 256,2 juta kala itu. Pengguna internet akan naik tiap tahunnya.

    Bisa dilihat sebanyak 13.3% dari 132,7 juta tadi adalah pengguna belanja online. Berarti sekitar 17 jutaan jiwa yang gemar belanja di website website online.

     

    Lanjut ke bisnis apa yang aku pilih? Nah, setelah pemaparan diatas aku tergiur untuk membuka bisnis berbasis belanja online. Lumayan kan sebanyak 17 juta orang loh yang akan mengakses bisnis kita nanti. Mungkin banyak pembaca yan berpikir ” ah, sudah terlalu banyak yang membuka usaha tersebut dahulu lebih trusted lagi”. Ya, pemikiran awal saya juga begitu. Namanya membuka bisnis tentu kita akan membangun sebuah reputasi dari nol. Timbul lagi pertanyaan lain ” terus apa bedanya kalian dengan website website online lainnya?”. Nah, ini perbedaan kita dengan yang lain. Kita akan menjual barang barang second atau bekas yang masih layak untuk di jual. Untuk pertama dengan modal 6 juta kita hanya bisa menjual pakaian termasuk baju, polo, jaket ataupun jeans. Jika para perusahaan online yang sekarang target pasarnya adalah penduduk menengah ke atas, maka bisnis kita akan mengarah ke penduduk menengah kebawah. Mungkin banyak orang yang sudah bosan dengan baju yang mereka pakai setiap harinya atau bisa saja jeans yang mereka pakai sobek karena jatuh dan mereka ingin membeli dengan budget tipis, mereka bisa mengakses ke bisnis baru kami nantinya.

    Source : http://ciricara.com/wp-content/uploads/2013/03/13/belanja-online.jpg
    Next, kenapa memilih bisnis ini? Pada paragraf sebelumnya kita sudah menjelaskan sedikit kenapa kita tertarik membuka usaha ini. Alasan yang pertama adalah banyaknya pengguna internet yang menggunakan internet sebagai alat untuk belanja. Kedua, untuk target pasar. Banyak perusahaan mengambil target pasar untuk menengah ke atas, sedangkan mungkin hanya usaha kita yang mengambil usaha untuk menengah kebawah. Jadi, saingan usaha kita sangatlah sedikit. Yang ketiga, sebenarnya usaha ini sudah kita pikirkan jauh jauh. Untuk usaha ini, kita sudah ada tim yang dibentuk. Kebetulan, saya dan tim adalah mahasiswa Teknik Informatika jadi untuk membuat website online tidak begitu masalah untuk kita. Hanya saja kita tidak mempunyai modal untuk membeli barang yang akan dijual kembali. Keempat, laba yang cukup menggiurkan. Pernah bertanya tanya kepada penjual second stuff di tempat saya. Hanya bermodal uang 4 juta, sekarang beliau sudah bisa membiayai keluarganya bahkan adik adiknya yang sekarang kuliah. Padahal, dia hanya menjual sekitar lingkungan dia saja. Bayangkan jika kita mempromosikan barang kita melalui website yang bisa di jangkau oleh seluruh Indonesia bahkan dunia. Barang terjual akan lebih cepat, laba akan mengalir ke kantongpun lebih cepat juga.

     

    source: http://clearinghouse.pom.go.id/foto_berita/697-iklan.jpg

     

    Terus bagaimana agar website bisa dikenal? Untuk dikenal di masyarakat luas kita membutuhkan waktu. Advertising! Iklan adalah salah satu cara penting agar kita bisa dikenal cepat oleh masyarakat. Kita akan mempromosikan melewati facebook/twitter/endorse ke instagram. Kedua, discount mingguan! Nah, ini juga pasti ditunggu tunggu oleh pembeli. Setiap minggu kita akan memberi harga discount kepada pelanggan pada hari hari tertentu. Fungsinya agar untuk menarik rasa penasaran pelanggan untuk selalu melihat website kita.

    Bagaimana proses kita dalam memilih pakaian nanti?

     

    Mungkin sebagian akan bertanya seperti itu. Jadi, awalnya kita akan membeli pakaian bekas import biasanya dalam bentuk karungan. Disini kita akan memilih barang yang benar benar layak pakai. Layak pakai disini berarti memiliki warna yang cukup pekat dan tidak ada lubang yang menonjol. Selanjutnya, kita akan merendam semuanya dengan air panas. Kenapa air panas? untuk membunuh bakteri atau serangga kecil di dalam baju tersebut. Setelah direndam kita akan mencuci pakaian tersebut. Jadi jangan khawatir, pakaian yang kita sediakan nantinya adalah baju yang telah kita sterilkan dengan proses tadi.

     

    Dengan modal 6 juta, awalnya kita hanya akan membeli 3 sampai 4 karung baju atau jeans atau jaket bekas. Harapan nantinya kita akan menjual bukan hanya baju, kita juga akan mengambil barang fashion lainnya. Sebut saja sepatu dan tas. Jika usaha ini mengalir dengan lancar, rencananya kita akan juga meramban ke barang elektronik. Mulai dari TV, smartphone hingga ke AC tentu saja itu juga barang bekas. Kita akan mengajak kerja sama orang orang yang ahli di bidang elektronik bekas. Tentu saja kita juga akan memberikan garansi untuk pembelian barang elektronik nantinya.

    Harapan selanjutnya adalah jika usaha ini benar benar sudah dikenal dan mempunyai laba yang cukup besar, kita maunya akan menyumbangkan hasil kita untuk adik adik panti yang kurang mampu di sekitar kita. Karena didalam penghasilan kita nanti ada hak hak mereka. Selain membuka bisnis, kita juga maunya berinvestasi untuk akhirat kita nanti.

  • #4730

    Wah idenya menarik, belum pernah kepikiran sih kalo ada startup barang bekas kayak gini.

    Biasanya cuma ada barang baru yang dijual, ini gebrakan baru di bisnis online.

    Lanjutkan mas, kalo bisa ane di invite juga dong jadi timnya wkwkwkwk

    • #4731

      Alhamdulillah dapet juga komen haha. doain bisa jalan aja gan, nanti ane kalo butuh tim ane contact. tapi untuk saat ini nyari yang 1 daerah aja sih biar enak koordinasinya

Melihat 5 post - 1 sampai 5 (dari total 5)

Pengunjung Online

Jumlah pengunjung aktif: 70 pengguna terdaftar dan 810 pengunjung

Perizinan Forum

Anda diizinkan Membaca forum tertutup

Anda diizinkan Membuat topik

Anda diizinkan Menyunting topik

Anda diizinkan Membuat balasan

Anda diizinkan Menyunting balasan

Anda diizinkan Menambahkan label topik