Topik ini mengandung 0 balasan, memiliki 1 suara, dan diperbarui terakhir kali oleh  D. Daya 2 tahun, 9 bulan yang lalu.

  • #4360

     

    Indonesia, kreatif dan mandiri

    Kalau dapat uang Rp 6 juta, kamu lebih pilih berbisnis, berinvestasi, atau menabung?

    Terkadang ada waktunya, ketika apa yang kita baca merupakan opini, apa yang kita dengarkan sebenarnya selalu persuasif, sedangkan apa yang kita lihat merupakan perspektif. Jadi, begitulah pokok pemikirannya. Semua ini ada hubungannya mengapa orang-orang akan selalu mengikuti sebuah pilihan. Tidak terkecuali dalam hal menempatkan urutan pertama menyoal investasi, menabung, atau bisnis bahkan hanya dengan uang enam juta rupiah. Namun, seandainya saya bisa utarakan kepada anda, saya tidak harus melihat jauh untuk memahami mengapa urutan ini tidak perlu mengganggu terlalu sering. Menempatkan permulaan bisnis pada urutan pertama jelas sebuah awal dari perjalanan kekal dari pembelajaran, pertumbuhan, interaksi dan kebijakan. Bisnis selalu membawa kita lebih maju daripada sekedar berinvestasi atau main aman ala menabung. Tidak peduli berapapun modalnya, bisnis selalu mengandalkan kreatifitas dan keuletan. Ciri khas usaha mandiri Indonesia selalu diawali dengan kreatifitas dan dijalankan dengan keuletan. Melalui usaha bisnis juga kita belajar berinteraksi dengan bidang pemasaran. Yah ketahuilah, pengusaha atau bukan, anda sebenarnya niscaya ada di dalam usaha pemasaran. Pemasaran adalah sebuah cara pikir yang mengelilngi kita dan menginformasikan setiap aktivitas transaksi kita. Setiap usaha sebenarnya adalah usaha pemasaran. Dan dalam hal ini opini, persuasif ataupun perspektif merupakan hal yang memotivasi dan mempengaruhi dalam sebuah usaha bisnis. Terlebih berbisnis sekarang ini terasa jauh lebih mudah ketimbang dulu. Teknologi sudah lebih jauh memudahkan kita. Dewasa ini kita bahkan bisa nyaris menekan biaya promosi hanya dengan foto produk yang instagramable untuk sekedar menarik minat pelanggan. Kemudian kembali sebagaimana di awal, terkadang juga ada waktunya, ketika berbisnis memutar uang, menciptakan brand, berinteraksi dengan pelanggan, memperluas jaringan ataupun kegiatan memasarkan merupakan opsi yang tidak ditawarkan oleh investasi ataupun menabung. Terkadang juga sudah tiba waktunya ketika sebaiknya kita mengawali usaha bisnis kita dengan kreatifitas dan keuletan kita. Sebuah bentuk kemandirian untuk maju.

    Apa bisnis yang kamu pilih?

    Berbisnis sebenarnya sebuah penempatan bakat pada hal peragaan. Apa yang benar-benar menjadi hasrat kita? Saya sedemikian berhasrat dengan telur puyuh sebenarnya. Tapi akan lain ceritanya kalau saya berbisnis di bidang telur puyuh. Yang saya maksudkan tentu saja ini terkait penempatan bakat dan peragaan. Pada kasus saya, ini menjelma ide terkait furnitur. Tentu setiap orang selalu bergairah, memiliki hasrat dan sekaligus percaya pada furnitur. Perabot paling utama dalam hal rumah tangga. Percayalah, saya akan sangat giat untuk bertaruh dan dengan penuh percaya diri mengatakan, “Datang dan ambillah furnitur dari saya!”. Tentu, untuk peragaan yang saya maksudkan furnitur ini akan saya ajukan kerjasamanya dengan workshop meubel lokal. Proses penciptaan produk dari gagasan saya, untuk kemudian workshop meubel lokal akan menjadikan nyata gagasan saya. Dan jelas sebelum proses pembuatan furnitur d workshop meubel ini, saya hanya akan memasarkan ide dari katalog ide saya. Terdengar gila memang, ketika faktanya bahwa saya memasarkan furnitur hanya dari sebuah gambar. Namun percayalah, ini sudah yang terbaik menurut saya. Begini, hanya dengan cara ini saya bisa menekan charge dari biaya lokasi barang. Melalui pemasaran yang memanfaatkan media sosial dan situs kita bisa segencar mungkin melakukan promosi. Fitur lebih lanjut dari metode pemasaran ini juga kita bisa memenuhi selera pelanggan yang cenderung selalu ingin beda, mengkostumasi suatu produk sesuai keidealan pelanggan. Atau, belakangan ini kita mengistilahkannya dengan produk Do It Yourself. Bayangkan, tidak ada lagi kayu atau palet yang terbuang sia-sia ketika produk itu mengalami retur. Mungkin saya bisa sedikit membantu mengurangi penebangan hutan singkatnya. Itu singkatnya. Hal yang lebih besar namun dalam skala bisnis yang lebih kecil, jelas saya akan lebih bisa memutar modal dengan baik ketika saya berjualan furnitur hanya dengan bermodal katalog dan foto produk yang instagramable. Mengapa demikian? Jelas varietas dan diferensiasi produk akan bertambah banyak konsepnya. Dan hal itu selalu menggugah pelanggan untuk memesan. Dan terkait pemesanan akan diberlakukan sistem pre-PO dengan uang muka minimum 30% dari harga produk. Terdengar adil bukan?

     

    Kenapa memilih bisnis furnitur?

    Sejauh yang saya yakini, akan selalu ada wirausahawan dalam setiap hal yang bergerak dinamis. Mereka selalu ada untuk melihat peluang dengan jeli, untuk kemudian memanfaatkan peluang itu menjadi keuntungan. Saat ini, program perumahan bersubsidi sedang laris manisnya. Sasarannya penduduk dengan strata ekonomi menengah ke bawah. Tentu, setiap orang selalu mendambakan rumah tapaknya sendiri. Dan sudah barang tentu juga setiap penghuninya mengidamkan dan berhasrat untuk mengisi rumah tapak mereka. Untuk itu, furnitur selalu mempunyai peluang untuk dipasarkan. Dan tentu juga furnitur jelas selalu dalam momok yang fundamental, yakni harga. Bayangkan dealer furnitur yang ada sekarang ini? Akan lebih bijak kalo saya mengimbangi furnitur saya dengan harga yang lebih murah. Mengingat biaya distribusi, lokasi, dan promosi bisa diminimalkan tentu kita bisa menambah sedikit kualitas dengan harga produk yg lebih murah. Akan selalu ada ruang untuk tidak tamak terkait keuntungan yang dijalankan oleh usaha dari banyak orang. Saya percaya itu. Dengan biaya yang nyaris nol rupiah untuk paket promosi (mengingat kedahsyatan internet melahirkan pebisnis kreatif) selalu ada peluang untuk meringankan pelanggan. Atau bahkan melalui usaha banyak orang ini saya berinisiatif untuk memotong keuntungan sebagai donasi untuk kegiatan penunjang rehabilitasi alam. Reboisasi, misalnya? Untuk itu diperlukan suatu sinergi dari banyak pihak yang selalu membutuhkan sumber daya alam dalam hal meraup keuntungannya. Tentu tidak ada ruginya sama sekali.

Melihat 5 post - 1 sampai 5 (dari total 5)

Pengunjung Online

Jumlah pengunjung aktif: 6 pengguna terdaftar dan 275 pengunjung

Perizinan Forum

Anda diizinkan Membaca forum tertutup

Anda diizinkan Membuat topik

Anda diizinkan Menyunting topik

Anda diizinkan Membuat balasan

Anda diizinkan Menyunting balasan

Anda diizinkan Menambahkan label topik