Topik ini mengandung 0 balasan, memiliki 1 suara, dan diperbarui terakhir kali oleh  fauzi 2 tahun, 2 bulan yang lalu.

  • #4309

    Kalau dapat uang Rp 6 juta, buat apa ya, bisnis, investasi atau menabung..??

    Kalau dalam kontes ini diperbolehkan memilih semua, tentu saya pilih semua. Tapi kalau harus memilih salah satu, secara pribadi saya lebih condong ke bisnis. Mengapa? Karena bisnis mempunyai potensi keuntungan yang jauh lebih besar dibandingkan dengan investasi atau menabung. Namun tentu dengan risiko yang jauh lebih besar pula. Untuk itulah analisa mengenai potensi keuntungan dan risiko sangat diperlukan sebelum memulai suatu bisnis. Terus terang saya belum memiliki kompetensi yang memadai dalam hal ini. Namun sepertinya hal itu tidak perlu terlalu dikhawatirkan mengingat ada teman-teman dari Duitpintar/Finansialku yang akan senantiasa membantu 🙂

    Apa bisnis yang saya pilih.??

    Supplay alat tulis untuk lembaga pendidikan. Alat tulis disini terbatas pada perlengkapan yang digunakan untuk menulis di papan tulis, berupa spidol, tinta isi ulang, penghapus, pembersih papan tulis dan mata spidol. Produk tersebut bisa didapatkan secara langsung dari produsennya dengan modal yang tidak terlalu besar. Jika dihitung secara kasar, dengan modal Rp 6 juta bisa mendapatkan sekitar 6-7 paket produk lengkap (±600 item). Cukuplah untuk memasok kebutuhan alat tulis beberapa lembaga pendidikan, walaupun masih dalam skala kecil. Lalu mengapa lembaga pendidikan yang dipilih? Sebenarnya bisa juga menjadikan selain lembaga pendidikan sebagai target market, misalnya pedagang ritel atau memasarkan secara online melalui situs-situs marketplace. Namun sebagai langkah awal, saya ingin fokus hanya pada satu target market dulu.

    Kenapa saya pilih bisnis ini..??

    Berdasarkan data dari situs Badan Pusat Statistik (BPS), lembaga pendidikan di Indonesia pada tahun 2014/2015 berjumlah 340.605 dengan rincian seperti pada tabel berikut:

    Ini adalah peluang yang cukup besar mengingat belum banyak yang “bermain” di bidang ini. Seperti kita ketahui, sebagian besar lembaga pendidikan memperoleh produk alat tulis dengan cara melakukan pembelian secara langsung di toko ATK atau melalui penyedia barang/jasa rekanan pemerintah (untuk pembelian dalam skala besar). Dimana penyedia barang/jasa tersebut terkadang memperoleh produk alat tulis juga melalui toko ATK. Dari sinilah saya ingin mencoba mengambil kesempatan ini dengan cara memasok secara langsung ke lembaga-lembaga pendidikan tersebut.

    Apa harapan dan ide saya mengenai bisnis ini..??

    Sebagai gambaran dalam menjalankan bisnis ini, kita ambil contoh Propinsi DKI Jakarta sebagai target market. Jumlah lembaga pendidikan di Jakarta tersaji pada tabel berikut:

    Dari data di atas, misal pahitnya dalam satu bulan hanya 0,25% dari jumlah lembaga pendidikan yang melakukan pembelian, dengan nilai masing-masing sebesar Rp 100 ribu. Maka omset dalam satu bulan adalah:

    0,25% x 7.539 = 18,8475 dibulatkan 19

    19 x Rp 100 ribu = Rp 1,9 juta

    Dari omset tersebut, katakan keuntungan yang diperoleh sebesar 25%. Maka keuntungan dalam satu bulan:

    25% x Rp 1,9 juta = Rp 475 ribu

    Dengan omset penjualan yang minim, dalam satu bulan bisa diperoleh keuntungan sebesar Rp 475 ribu atau 7,92% dari modal awal Rp 6 juta.

    Sebagai perbandingan, dengan uang Rp 6 juta, untuk bisa mencapai keuntungan sebesar Rp 475 ribu diperlukan waktu selama:

      <li style=”text-align: justify;”>±8 tahun jika uang tersebut ditabung (asumsi bunga bank 1% pertahun)
      <li style=”text-align: justify;”>±18 bulan jika uang tersebut didepositokan (asumsi bunga deposito 6% pertahun)
      <li style=”text-align: justify;”>±15 bulan jika uang tersebut diinvestasikan ke reksadana pasar uang (asumsi returnnya 6,25% – 6,5% pertahun)
      <li style=”text-align: justify;”>±4 bulan jika uang tersebut diinvestasikan ke reksadana saham (asumsi returnnya 24% pertahun)

    Dengan melihat perbandingan tersebut, bukan berarti investasi dan menabung tidak penting. Investasi dan menabung tetap penting sesuai dengan porsi dan tujuannya. Idealnya investasi digunakan untuk memenuhi kebutuhan jangka pendek sampai panjang. Sedangkan menabung digunakan untuk memenuhi kebutuhan yang mendesak atau tidak terduga. Seperti yang saya sampaikan di awal, “kalau dalam kontes ini diperbolehkan memilih semua, tentu saya pilih semua.” Inilah nanti yang rencananya akan saya lakukan jika bisnis ini sudah mulai tumbuh dan berkembang, dimana dari keuntungan yang diperoleh, 40% akan saya gunakan untuk tambahan modal, 30% untuk investasi, 20% untuk ditabung dan sisanya 10% untuk asuransi kesehatan.

    Sekian dan salam hangat dari saya, terima kasih 🙂

Melihat 5 post - 1 sampai 5 (dari total 5)

Pengunjung Online

Jumlah pengunjung aktif: 12 pengguna terdaftar dan 180 pengunjung

Perizinan Forum

Anda diizinkan Membaca forum tertutup

Anda diizinkan Membuat topik

Anda diizinkan Menyunting topik

Anda diizinkan Membuat balasan

Anda diizinkan Menyunting balasan

Anda diizinkan Menambahkan label topik