Topik ini mengandung 0 balasan, memiliki 1 suara, dan diperbarui terakhir kali oleh  Iam 2 tahun, 8 bulan yang lalu.

  • #4420

    Jika saya mendapat uang sebesar 6 juta rupiah, apakah saya akan menggunakan uang tersebut untuk berbisnis, berinvestasi, atau menabung? Sebagai mahasiswa, berbisnis bisa saja mengganggu waktu kuliah saya jika saya tidak bisa mengatur waktu dengan baik. Sedangkan menabung termasuk sesuatu yang “mainstream” dan sudah biasa saya lakukan. Jadi saya akan memilih menggunakan uang tersebut untuk berinvestasi.
    Lalu investasi apa yang saya pilih? Investasi yang akan saya pilih adalah investasi saham. Bukan membeli saham dan menyimpannya dalam waktu lama (investor), tetapi lebih ke jual beli saham dalam jangka pendek (broker saham). Saya akan menggunakan uang 6 juta rupiah tersebut sebagai saldo awal untuk membuka rekening supaya dapat bertransaksi saham.

    Mengapa saya memilih investasi saham? Karena ketika kuliah dan saya mendapatkan mata kuliah manajemen keuangan, dosen saya bercerita bahwa beliau juga bermain saham dan itu tidak mengganggu waktu kerja beliau, beliau mendapat untung yang lumayan banyak dari bermain saham, hal tersebut yang membuat saya menjadi tertarik. Dengan mempelajari manajemen keuangan, saya menjadi punya sedikit dasar pengetahuan untuk bermain saham. Dan materi yang saya dapatkan di perkuliahan juga akan dapat membantu saya dalam mengelola saham saya nantinya. Beberapa teman saya juga sudah mulai bermain saham.
    Menurut finansialku.com, ada 10 alasan mengapa kita harus berinvestasi saham. Mulai dari saham sangat mudah ditransaksikan, saham bersifat likuid dan transparan, dapat bertransaksi di mana saja, sampai dapat dilakukan hingga tua dan diwariskan. Kelebihan-kelebihan itulah yang juga membuat saya terdorong untuk investasi saham.
    Setiap orang harus bisa mengelola keuangannya, termasuk mahasiswa.Banyak cara yang bisa dilakukan untuk mengelola uang tersebut, salah satunya adalah dengan investasi. Dalam manajemen keuangan dikenal “High Risk High Return”, jadi kita harus berani mengambil risiko dan menganggap risiko tersebut sebagai suatu tantangan apabila kita ingin mendapat pengembalian yang besar. Semoga saya bisa mendapatkan modal untuk membuka rekening supaya dapat bertransaksi saham, dan saya akan siap menerima “high risk” untuk mendapatkan “high return”.

Melihat 5 post - 1 sampai 5 (dari total 5)

Pengunjung Online

Jumlah pengunjung aktif: 0 pengguna terdaftar dan 470 pengunjung

Perizinan Forum

Anda diizinkan Membaca forum tertutup

Anda diizinkan Membuat topik

Anda diizinkan Menyunting topik

Anda diizinkan Membuat balasan

Anda diizinkan Menyunting balasan

Anda diizinkan Menambahkan label topik