Topik ini mengandung 0 balasan, memiliki 1 suara, dan diperbarui terakhir kali oleh  Mustikasari Riski 2 tahun, 9 bulan yang lalu.

  • #4382

    Kalau Anda mendapatkan uang Rp 6 juta, apa yang akan Anda lakukan dengan uang itu? Apakah akan Anda tabung? investasikan? atau dijadikan sebagai modal untuk berbisnis? Tentu saja di dunia bisnis tidak ada yang namanya KEPASTIAN, semuanya memiliki resiko. Jika Anda telah memasuki dunia bisnis maka Anda juga telah siap dengan resiko apapun yang kapan saja siap menghampiri Anda. Begitupun juga dengan berinvestasi, apalagi jika investasi saham. High Risk, High Return” itulah kata-kata yang menggambarkan investasi saham. Mungkin bagi beberapa orang atau bahkan sebagian besar orang yang tidak ingin mengambil resiko yang besar akan memilih untuk ditabung saja jika memiliki uang yang cukup besar.

    Bagaimana dengan jawaban saya jika disuguhkan pertanyaan yang sama? Jika saya mendapatkan uang Rp 6 juta, saya lebih memilih akan menginvestasikan uang tersebut. Mengapa saya lebih memilih untuk berinvestasi? Karena berinvestasi akan mendatangkan profit dibanding jika hanya di tabung saja. Mengapa tidak berbisnis saja? Berbisnis juga mendatangkan profit. Ya, memang berbisnis juga mendatangkan profit, tetapi jika kita tidak tahu bagaimana cara berbisnis yang tepat maka berbisnis hanya akan mendatangkan cash flow yang negatif alias kerugian. Berinvestasi juga memiliki kemungkinan mendatangkan cash flow negatif, tetapi paling tidak resiko itu bisa kita cegah dengan mengamati beberapa perusahaan selama beberapa waktu, apakah perusahaan tersebut memiliki track record yang baik, apakah perusahaan tersebut memiliki kinerja yang baik yang ditandai dengan laba selalu naik, dan lain-lain jika ingin berinvestasi saham.

    Jika ditanya investasi apakah yang akan saya lakukan, maka jawaban saya adalah saya akan menjawab investasi saham dan emas. Ini memang subjektif, tapi banyak orang yang akan lebih memilih investasi properti (apalagi orang awam) dibandingkan saham karena harga properti dari waktu ke waktu akan cenderung terus meningkat. Mungkin bagi beberapa orang yang tidak tahu-menahu mengenai saham masih akan bertanya-tanya apakah itu saham, dan bagaimana saham bisa mendatangkan keuntungan. Tidak seperti investasi properti yang sejak dulu sudah populer dan bisa dilakukan oleh siapa saja asal memiliki modal yang besar.

    Mengapa saya lebih memilih investasi saham dan emas? Saya sebelumnya tidak tahu-menahu tentang saham dan saya dulu berfikir saham itu hanya ‘mainan’ orang-orang kaya dan berdasi, sampai akhirnya saya kuliah di salah satu STIE di Yogyakarta. Setelah saya kuliah disana dan mempelajari ekonomi dan tentunya juga saham, akhirnya saya mengerti apa itu saham dan cara kerjanya. Saya memiliki beberapa alasan mengapa saya memilih investasi saham dan emas, yaitu:

    1. Jumlah investor di Indonesia sebagian besar adalah investor asing. Jumlah investor-investor lokal masih sedikit, maka dari itu saya ingin menjadi salah satu investor tersebut agar bisa membantu Indonesia (ingin memiliki kontribusi sebagai WNI) memperbaiki ekonomi nya walaupun hanya sedikit.
    2. Investasi saham tidak memerlukan modal yang besar dan bisa mendapatkan keuntungan yang sangat besar (jika harga saham naik).
    3. Emas mudah untuk dijual.
    4. Harga emas stabil, malah cenderung naik (walaupun tidak selalu).

    Saya berharap pasar modal di Indonesia bisa memiliki investor-investor lokal baru, sehingga jumlah investor lokal bisa bertambah dan juga bisa membantu perekonomian Indonesia. Sekarang di Indonesia sangat banyak lembaga-lembaga yang mengadakan seminar-seminar mengenai pasar modal dan bahkan sekolah pasar modal dengan tujuan agar lebih banyak orang yang mengetahui tentang saham dan dan akhirnya memutuskan untuk menjadi salah satu investor.

    Pemerintah di Indonesia mungkin bisa memperbanyak sosialisasi tentang saham agar masyarakat luas mengerti apa itu saham. Jika hanya dengan lembaga-lembaga saja yang mengadakan sosialisasi saham mungkin hasilnya kurang optimal karena tidak semua daerah tercakupi. Sehingga perlu bantuan pemerintah agar bisa melakukan sosialisasi yang menyeluruh agar warga Indonesia bisa belajar mengenai saham. Jika tingkat investasi suatu negara naik/tinggi, maka pendapatan per kapita negara tersebut pasti naik/tinggi.

    Maka dari itu, marilah kita belajar mengenai saham dan marilah kita menjadi investor di negara kita sendiri. Selain mendapatkan keuntungan, kita juga bisa membantu pertumbuhan perekonomian Indonesia. (Riski)

Melihat 5 post - 1 sampai 5 (dari total 5)

Pengunjung Online

Jumlah pengunjung aktif: 1 pengguna terdaftar dan 598 pengunjung

Perizinan Forum

Anda diizinkan Membaca forum tertutup

Anda diizinkan Membuat topik

Anda diizinkan Menyunting topik

Anda diizinkan Membuat balasan

Anda diizinkan Menyunting balasan

Anda diizinkan Menambahkan label topik