Topik ini mengandung 17 balasan, memiliki 7 suara, dan diperbarui terakhir kali oleh  maxxdonn 3 tahun, 5 bulan yang lalu.

  • #1756

    “Belum lama ini mobil saya kecurian di tempat saya biasa berolahraga. Saya rasa sih
    maling ini memang sudah memantau aktivitas saya, karena kunci saya diambil (dari
    tas)! Pendek cerita, mobil saya raib beserta kuncinya.

    Saya pun langsung lapor polisi dan membawa surat keterangan dari polisi untuk
    mengklaim ke Asuransi. Tapi mereka menolak dengan alasan saya tidak punya kunci. Apakah
    betul pihak asuransi berhak menolak klaim dengan alasan tersebut?

    Terima kasih.”

    Mungkin beberapa dari kita pernah mengalami kejadian yang serupa dengan ibu diatas. Suatu kejadian/ musibah yang sangat tidak diinginkan bagi siapapun yang memiliki kendaraan.

    Apa yang lazimnya berlaku pada prosedur klaim? dan bagaimana cara-cara mempersiapkan klaim sebaik mungkin untuk menghindari penolakan?

    Pada saat terjadinya kerugian maka tindakan pertama yang perlu dilakukan adalah segera membuat laporan/ BAP (Berita Acara Peristiwa) ke tempat dimana kendaraan tersebut diparkirkan.

    Apabila di dalam pusat perbelanjaan maka langsung dimintakan surat laporan kehilangan dengan Building Management, apabila hilang didepan rumah pribadi maka surat laporan tersebut dapat dibuat oleh lurah/RT/RW setempat. Kemudian dilaporkan juga ke Polres/ Polsek setempat. Laporan polisi ini yang akan memegang peranan penting karena perusahaan asuransi akan lebih memberikan porsi lebih atas laporan polisi ini.

    Kemudian, jangan lupa juga melaporkan kepada perusahaan asuransinya. Perlu diingat bahwa perusahaan asuransi memberlakukan ketentuan waktu pelaporan (biasanya adalah 3×24 jam setelah kejadian), jadi pastikan waktu pelaporan (pengisian form kerugian) kepada perusahaan asuransi tidak melewati batas waktu tersebut untuk menghindari kemungkinan klaim tersebut ditolak asuransi.

    Dokumen-dokumen pendukung lainnya seperti : BPKB asli, STNK dan SIM juga wajib diberikan kepada perusahaan asuransi sebagai bukti bahwa kitalah pemilik sah kendaraan tersebut.

    Sekarang, pada contoh di atas disebutkan bahwa berhubung kunci hilang maka claim ditolak. Sebenarnya pemegang polis dapat menanyakan lebih lanjut alasan resmi dari perusahaan asuransi tentang hubungan kunci hilang dan penolakan klaim melalui surat tertulis, karena umumnya kehilangan kunci saja tidak akan menyebabkan klaim tersebut dapat ditolak.

    Ada kemungkinan perusahaan asuransi mencurigai bahwa ada orang sendiri (dari pihak pemegang polis) yang membawa kendaraan tersebut. Tetap intinya apabila ditolak dengan alasan demikian maka selaku pemegang polis kita berhak memintakan tanggapan resmi dari perusahaan asuransi.

    Biasanya juga saat kita membeli kendaraan kunci selalu diberikan 2 (dua) set, dengan satu kunci sebagai cadangan. Tentunya perusahaan asuransi akan mengambil kunci cadangan tersebut sebagai barang bukti apabila nanti kendaraan tersebut dapat ditemukan dapat dicocokkan kembali.

    Yang terpenting dalam proses pengurusan klaim pencurian kendaraan adalah memastikan dokumen-dokumen yang kita miliki valid dan masih berlaku. Apabila saat melakukan klaim STNK sudah habis misalnya, maka perusahaan asuransi dapat menolak klaim dimaksud.

    Setelah dokumentasi semua dimasukkan dan tidak ada lagi data lain yang dibutuhkan perusahaan asuransi untuk mendukung klaim, maka biasanya tinggal menunggu perhitungan kelayakan nilai kendaraan pada polis dan di market price. Apabila sesuai maka akan diputuskan nilai penggantian tersebut dan pemegang polis pun mendapatkan nilai tunai sesuai keputusan tersebut.

    Semoga mencerahkan.

    Salam mari berasuransi.


    www.bhinneka-broker.co.id

  • #1780

    Kayaknya perusahaan asuransinya memang nakal. Tidak mau bayar saja. Nah kalau sudah begitu bagaimana “memaksa” mereka membayar? Apa harus tuntut di pengadilan?

    • #1792

      Dear Dan Garcia,

      Menanggapi reply anda, saya cenderung tidak berpikiran buruk dahulu mengenai kenakalan asuransi. Seperti yang sudah saya kemukakan lebih baik kita meminta tanggapan resmi mengenai penolakan tersebut. Setelah menerima tanggapan resmi tersebut kita baru dapat melihat apa yang perusahaan asuransi inginkan/pikirkan. Apabila pada jawaban tersebut tidak menyebutkan alasan/permintaan dokumen pendukung maka kita baru dapat memutuskan tindakan selanjutnya.

      Mengenai cara “memaksa” sebenarnya apabila dokumen kelengkapan claim sudah ada semua maka tidak ada yang perlu ditakutkan, claim pasti akan dibayar. Hal-hal yang menyebabkan claim terpending biasanya hanya mengenai dokumentasi yang tidak dapat diberikan kepada perusahaan asuransi.

      Kemudian mengenai tuntutan pengadilan memang sah-sah saja apabila kita merasa tidak puas dengan hasil yang didapatkan. Pertimbangan yang perlu dipikirkan adalah mengenai perbandingan nilai yang diclaim dan biaya yang harus dikeluarkan untuk pengurusan di pengadilan. Menurut hemat saya penyelesaian pengadilan harus merupakan langkah paling terakhir.

      Semoga tanggapan ini mencerahkan dan berguna.

      Salam berasuransi.


      www.bhinneka-broker.co.id

  • #1807

    Saya juga pernah klaim asuransi ditolak karena gak pelajarin betul cara klaimnya.. Lapornya kelamaan. Pengalaman yah.

    @Dan Garcia betul banget tuh kalo nuntut di pengadilan..musti keluar berapa duit? Sebagai pengguna asuransi pokoknya kita musti hati2 sebelum beli. Titik.

  • #1828

    Ternyata ga sedikit juga yg mengalami kejadian begini.
    Memang sih musti belajar dulu polisnya sebelum beli. Tapi sy gak ngerti, kenapa sih asuransi musti bikin tulisannya semua kecil2 dengan bahasa yang beribet dan susah dipahami??

    • #1835

      Dear Veronique,

      Terima kasih atas tanggapannya. Menurut kami sebenarnya bukanlah tulisan kecil-kecil dan ribet yang menjadi masalah. Tulisan yang agak “kecil” merupakan tuntutan agar tidak membuang banyak resources dalam printing setiap polis, sedangkan bahasa “ribet” adalah hasil dari legal team. Untuk bahasa dalam polis standar (misalnya untuk kendaraan menggunakan PSAKBI). Wording ini sudah melalui proses legalisasi baik dari Dewan Asuransi Indonesia maupun Otoritas Jasa Keuangan. Yang perlu kita lakukan sebagai tertanggung dan kami sebagai broker asuransi adalah memahami maksud dari setiap wording yang ada. Contoh : pencurian kendaraan yang dilakukan oleh supir sendiri (karyawan yang dihire/diakui memiliki hak mengendarakan kendaraan tersebut) akan ditolak oleh asuransi dengan alasan bahwa dengan adanya hak yang diberikan employer terhadap driver tersebut maka akses terhadap kendaraan tersebut tidak terbatas. Pada point ini driver dianggap sama dengan tertanggung sendiri. Ada asuransi yang memberikan juga jaminan tambahan atas pencurian yang dilakukan driver tentunya dengan ketentuan2 tambahan misalnya driver tersebut telah bekerja diatas 6 bulan, dsb. Semoga menjelaskan yah.


      www.bhinneka-broker.co.id

  • #1836

    Masalahnya di sini adalah mobil bukan dicuri karyawan sendiri. Tapi dicuri orang lain yang juga mencuri kunci. Memang ada di term kalau tidak ada kunci tidak diganti?

    Mengapa tidak memakai GPS? Teman saya menginstall GPS di setiap mobilnya. Kalau dicolong bisa dilacak dan itu susah sekali untuk si maling copot karena susah.

    Di indo ada nggak ya perusahaan asuransi yang juga pasang GPS. Jadi kalo sampe mobilnya ilang asuransi yang tanggung dan si perusahaan asuransinya tau itu mobil tidak akan hilang karena mereka bantu cegah. Semacam asuransi aktip gitu?

    • #1837

      Dear Dan Garcia,

      Terima kasih tanggapannya. Betul tadi hanya sekedar contoh mengenai pencurian oleh karyawan sendiri. Memang di polis tidak ada tertera bahwa penggantian kerugian harus disertai dengan kunci. Melihat pengalaman kami sebelumnya memang pihak asuransi ada meminta kunci serep (karena biasanya setiap kendaraan memiliki 2 kunci ; satu master dan satu lagi yang dipakai harian) dengan alasan bahwa apabila penggantian klaim sudah disetujui maka hak atas kendaraan hilang tersebut (apabila ditemukan) akan jatuh ke tangan perusahaan asuransi.

      Contoh kasus diatas kebetulan merupakan suatu contoh, untuk menentukan keabsahan penolakan tersebut maka paling tidak ada 2 asumsi :
      1. Perusahaan asuransi tidak dapat memberikan alasan resmi penolakan berdasarkan wording (dibuat2) – kita dapat memproses lanjutan klaim berdasarkan perkiraan bahwa perusahaan tersebut “nakal” / berusaha menghindari kewajibannya.
      2. Perusahaan asuransi memberikan jawaban resmi dengan alasan tertentu – kita juga tetap memproses kelanjutan sesuai permintaan dokumen/data yang diinginkan.

      Mengenai ide pemasangan GPS sudah ada yang pernah mengajukan juga pak. Namun kesimpulan pembahasan yang ada adalah tidak cost effective. Karena tidak semua pemegang/calon pemegang polis menginginkan fasilitas tersebut dan kedua : pengaruhnya terhadap premi memberatkan pembeli polis.

      Semoga mencerahkan.


      www.bhinneka-broker.co.id

  • #1838

    Oh ternyata memang ada alasan resmi yang masuk akal. Nah lalu bagaimana? Ada tidak kunci resminya? Dan akhirnya diganti tidak? Ingin tahu endingnya saya. He he he he.

    Jadi Pak Roy itu apa? Apa lawyer atau apa?

    Misal si perusahaan asuransi “nakal”, lalu bagaimana? Apa harus menuntut di pengadilan?

  • #1839

    Dear Dan Garcia,

    Menyambung contoh kasus tersebut, apabila memang yang diminta adalah kunci master dan kunci tersebut juga hilang yang perlu kita lakukan adalah memintakan dealer awal menyiapkan kunci master yang baru dan itu yang biasanya diberikan kepada asuransi. Ataupun kalau perusahaan asuransi tidak terlalu memaksa maka cukup dengan surat bermaterai menyatakan bahwa kunci master tersebut hilang. Intinya tetap bahwa kejadian kehilangan / pencurian tersebut akan diganti. Kita hanya perlu memanage ekspektasi dari perusahaan asuransi yang berusaha untuk memvalidasi kejadian tersebut.

    Saya bekerja di perusahaan broker asuransi pak. Untuk industri asuransi boleh dikatakan sebagai lawyer khusus asuransi. Namun bukan lawyer untuk kasus pidana/perdata ya pak.

    Untuk perusahaan yang dianggap “nakal” biasanya ada step-step yang kami ambil untuk make sure mereka tetap melakukan kewajibannya dalam hal claim. Seperti yang saya katakan diawal bahwa pengurusan ke pengadilan haruslah menjadi langkah paling akhir karena pertimbangan waktu pengurusan dan biayanya. Lebih baik tetap melalui jalur pembelaan/ korespondensi dokumen dan data. Kalau perusahaan “nakal” artinya bahwa mereka tidak melakukan kewajiban yang tertera, hal ini bisa dipaksakan.

    Semoga mencerahkan


    www.bhinneka-broker.co.id

  • #1928

    Bro @Dan Garcia,
    Tuntut2 ke pengadilan kayaknya mahal ya. Besok2 kalo mau beli asuansi, mending konsultasi dulu sama yg ahli deh.. biar gak salah paham soal aturan mainnya. Apalagi kasus ane yang kerusakan motor gak bisa diklaim (karena SIM mati) huhuhu..kayaknya mahalan bayar pengadilannya deh daripada benerin motor.

  • #1951

    Kadang kadang dari pada beli asuransi apapun ya mending cari duit aja banyak banyak lalu bayar.

    Di indo ada tidak sih asuransi yang ada co pay nya?

    Jadi kalau spion lecet ya kita bayar sendiri. Kalau kasus gede baru kita minta asuransi bayar. Jadi preminya lebih kecil. Kalau di amrik ada.

    • #1996

      Dear Dan Garcia,

      Sampai saat prosedur klaim yang berlaku memang sejenis dengan co-pay yang bapak maksudkan. Apabila mengambil asuransi all risk maka dengan adanya claim akan dikenakan OR/Resiko Sendiri saat ini sebesar Rp300.000 per kejadian. Dengan adanya OR ini maka semacam co-pay juga pak. Apabila luka2 kecil yang akan diperbaiki dengan biaya sendiri dan luka yang besar akan dibayarkan asuransi.

       

      Mencoba memahami maksud bapak mungkin ingin dibuatkan semacam custom OR (misalkan Rp 1.000.000,-) atau nilai lainnya yang diinginkan. Sebenarnya bisa saja pak, namun berhubung rate kendaraan sekarang fully regulated by OJK saya tidak dapat mengkonfirmasikan apakah pengaruhnya terhadap premi.

       

      Penggunaan GPS tracker juga tidak dipungkiri akan membawa manfaat yang lebih seperti yang bapak katakan. Mungkin kedepannya apabila teknologi ini sudah mencapai economies of scale sehingga “murah” untuk diintegrasikan ke setiap kendaraan baru dapat dijadikan feature dalam asuransi. Big if tapinya pak.

       

      Semoga mencerahkan.


      www.bhinneka-broker.co.id

  • #1952

    memasang gps punya manfaat tambahan. sopir dan karyawan (atau kalau perlu maling juga) yang tau itu mobil ada gpsnya akan memilih untuk mencuri mobil lain saja. Ha ha ha ha ha……

    Serius gan. Begitu ada lojack pencurian mobil di amrik turun drastis.

    Hidden Content

    Belum lagi kepuasan melihat maling mobil anda mendekam di penjara. Priceless. Make my day. He he he he

  • #1997

    Betul sekali.

    Kalau saya naik mobil atau saya sakit. Kalau biaya dokter dibawah 25 juta, buat apa merepotkan perusahaan asuransi? Fungsi asuransi adalah untuk menanggung biaya yang terlalu besar. Kalau sampai kita goyang karena biaya yang tidak expected dan terlalu besar nah ada yang bayarkan.

    Saya tidak tahu asuransi seperti itu ada tidak di indo.

    Saya ini agak bingung dengan OJK. Kayaknya yang bener dan bagus dilarang. Yang amat merugikan konsumen jalan terus.

  • #2006

    Bener juga ya, GPS bisa jadi extra security biar ga kemalingan. Asalkan malingnya gak kelewat high tech aja dan bisa ngebobol segala GPS + anti theft kayak di film2. Hahahaha…

  • #2016

    @Dan Garcia Kalo yang spion lecet bayar sendiri, itu mungkin bisa TLO + Perluasan Jaminan ya. Tapi itu menurut saya aja sih. CMIIW.

    Ngomong2 tinggal di mana bos memangnya?

  • #2024

    @Dan Garcia,

    kalo harga gps tracker murah bisa jadi ada asuransi yang masukin ke paket jual mereka ye. cuma klo sekarang2 ini dipake, bangkrut yg ada. namanya perusahaan kan mau untung… ye gak hahahaha…

Melihat 5 post - 1 sampai 5 (dari total 5)

Pengunjung Online

Jumlah pengunjung aktif: 37 pengguna terdaftar dan 680 pengunjung

Perizinan Forum

Anda diizinkan Membaca forum tertutup

Anda diizinkan Membuat topik

Anda diizinkan Menyunting topik

Anda diizinkan Membuat balasan

Anda diizinkan Menyunting balasan

Anda diizinkan Menambahkan label topik