1. Dari pengalaman kamu, apa sih yang paling sulit dalam mengatur budget?

      Mengelola dana tak terduga…tapi jadinya sih saya kelola 90% -> dibudgetin untuk pos ini-itu, 10% buat dana tak terduga. Kalau di akhir bulan masih aman, baru deh dipake…hehehe

    2. Kalau sudah berkeluarga, gimana cara kamu mengatur gaji UMR (jangan lupa sebutkan di mana kamu tinggal ya)

      Saya gak bisa bayangin berkeluarga dengan gaji UMR kalau di ibukota…Rasanya perlu penghasilan tambahan deh. Dan musti ngotot harus ada penghasilan tambahan, kalau enggak standar hidupnya di situ-situ aja.

    3. Apakah kamu sudah berhasil menyisihkan dana untuk tabungan dan investasi?

      Lumayan, walaupun gak sesuai target, hehehe.

    4. Budget apa yang menurut kalian paling sering bengkak?

      Hiburan: jalan-jalan, dan hal-hal kecil…(kalau buat cewek) kayak nyalon atau pijat. Bilangnya selalu “Bulan ini bakaln hemat” tapi kalau lagi stress, jadi gampang banget jebol tuh budgetnya. Ngakalinnya? Nyicil perlengkapan buat nyalon sendiri di rumah, dan belajar relaksasi, jadi kalo stress bawaannya gak keluar duit. Cari yang gratis-gratis aja.

    5. Punya pertanyaan atau opini lain soal cara mengatur gaji? Langsung share aja ya di sini!

      Pertanyaan saya bukan soal cara mengatur gaji, tapi saya lagi ide cari penghasilan tambahan. Masalahnya rasanya waktu tuh gak cukup-cukup…mmm…

  • Terima kasih untuk informasinya.

    1. Untuk memulai trading saham atau forex, platform apa yang direkomendasikan Finansialku? Atau baiknya lewat jasa broker saja?
    2. Terus idealnya (sebagai modal belajar) sisihkan berapa ya?

    Meskipun memang bisa mulai dengan modal kecil (let’s say 100ribu) menurut saya pribadi jumlah segitu jelas gak cukup untuk modal belajar. Karena sekali duitnya hilang ya pasti kan harus taruh duit lagi.

    Terima kasih sebelumnya.

  • Selamat ya thread ini sudah menang kontes šŸ™‚

    Habis ini langsung dibikin dong bisnisnya? Hehe..

  • Keren threadnya Rachmat! Mungkin next time bisa di break atau di sum up aja supaya temen-temen yg belum terlalu mudeng bacanya lebih enak šŸ™‚

    Budaya perusahaan buat saya pribadi penting banget, dan sayangnya sering disepelekan. Padahal kalo budaya perusahan melenceng, suatu perusahaan bisa jatuh karena satu persatu individu mulai gak nyaman atau gak peprform lagi šŸ™

    Kalo buat saya sihĀ integrasiĀ biasanya paling susah kalo kerja di perusahaan yang sedang berkembang. Perlahan-lahan tiap departemen mulai bekerja dengan visi & misi masing-masing dan melupakan goal utama perusahaan.

  • “Sekolah atau Kerja. Mana yang Lebih Menguntungkan?” Bicara dari pengalaman pribadi, sekolah atau kerja gak masalah asalkan kita fokusĀ belajar.

    Sedihnya, sistem sekolah sekarang yang memakai sistem angka, dengan ujian nasional yang bisa dihafal (a-b-c-d) bisa nyontek pula, malah membuat banyak orang malas belajarĀ dan hanya sekolah gelar. IMO, sekolahĀ menguntungkan apabila yang belajar bersedia mengubah mindsetĀ untukĀ betul-betul belajar apa yang bermakna.

    Kerja atau berbisnis,Ā menguntungkan karena (secara teori) ada banyak hal yang bisa kita pelajari langsung di lapangan. Tapi riilnya, banyak yang bekerja seperti manusia mesin. Cari duit, berangkat pagi, pulang malam, dan gak berusaha lebih untukĀ belajar dan improve kemampuan diri. Hasilnya ya mandek di situ-situ aja šŸ™‚

    Praktek untuk keduanya memang ada kesulitannya masing-masing, tapiĀ belajar musti diutamakan. Karena kalo saya pribadi sih, apapun yang saya kerjakan, saya tentunya gak mau sepanjang hidup jalan di tempat.

    (FYI, saya hanya lulusan SMA, gak pernah kuliah juga karena harus independen sejak lulus SMA. Memulai karir sendiri dari bawah, dan setelah 5 tahun bekerja hasilnya lumayan — meski saya tahu masih banyak banget yang harus saya pelajari)

  • Mmm, artadhitive, asalkan keuangan masih aman, kalo saya sih oke-oke aja tuh sama “perjalanan misterius” kamu.
    Saya juga doyannya jalan-jalan. Kalau misalkan saya tahu, saya gak bakal ke Bali lagi dalam waktu dekat..ketimbang buang duit 2x buat tiket, ya mendingan langsung nyebrang ke Lombok.

    Di sisi lain, saya kalo bikin budget tuh tahunan… Jadi income sekian xx rupiah, sekian persennya buat budget traveling selama 1 tahun itu. Jadi kalo budget 1 kali jalan jebol, ya berarti next time budget jalan-jalannya berkurang. šŸ™‚ Asalkan jangan malah mengorbankan budget yang penting, kayak dana masa depan dll

Pengunjung Online

Jumlah pengunjung aktif: 5 pengguna terdaftar dan 403 pengunjung

Perizinan Forum

Anda diizinkan Membaca forum tertutup

Anda diizinkan Membuat topik

Anda diizinkan Menyunting topik

Anda diizinkan Membuat balasan

Anda diizinkan Menyunting balasan

Anda diizinkan Menambahkan label topik